Feeds:
Pos
Komentar

UPT-PSMB Lembaga Tembakau Jember menghelat Seminar Nasional Tembakau pada 26 hingga 28 November 2018. Salah satu narasumber yang didapuk adalah Okta Prima Indahsari dari Penelitian Tembakau Jember. Materi yang disampaikan Okta berjudul Optimalisasi Pengembangan dan Pemanfaatan Diversifikasi Produk Tembakau. Okta memaparkan tentang melimpahnya limbah padat yang ada di tiga kebun milik PTPN X. sebut saja kebun ajung gayasan dan kebun kertosari yang memiliki potensi limbah 35.199 ton wet based (77%) dan limbah di kebun klaten sebesar 10.375 ton wet based (23%).

Dari total limbah tersebut, sambung penghobi travelling ini, mayoritas (73,65%) berasal dari batang tembakau basah sejumlah 33.564 ton. Sisanya berturut-turut dari daun pucuk basah 7.298 ton (16,01%), kuncup basah 2.522 ton (5,53%), dan akar basah 2.189 ton (4,80%). Sejauh ini Penelitian Tembakau Jember telah melakukan uji coba pengolahan limbah tembakau menjadi beberapa produk, seperti briket, pellet, asap cair, dan tobacco absolute.

“Umumnya pengolahannya cukup sederhana sehingga mudah diaplikasikan oleh siapa saja, bahkan oleh usaha skala rumah tangga. PTPN X memiliki pohon industri tembakau yang terdiri dari 46 macam produk turunan dari olahan tembakau,” jelasnya di hadapan audiens di Hotel Dafam Lotus, Jember.

Masih menurut Okta, diversifikasi produk tembakau tidak saja bertujuan untuk optimalisasi limbah yang ada. Lebih dari itu, diversifikasi produk menyasar pada dua hal, yaitu kemandirian energi dan orientasi pasar. (Nur Aini HW_Penelitian Tembakau Jember, FIR_Sekper)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/gaungkan-diversifikasi-produk-dalam-seminar-nasional

Iklan

Dalam acara Diseminasi Hasil Litbang 2018 Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya (BISBY) pada Kamis, 22 November 2018, ada paparan penelitian mengenai sentuhan revolusi industri 4.0 di Gudang Tembakau PTPN X. Dulu jika ingin mengukur suhu di gudang pengolah (gudang fermentasi tembakau), petugas gudang harus menggunakan termometer analog dan cara pengukurannya juga masih konvensonal. Namun kebiasaan lama itu bakal diganti dengan metode yang lebih real time dan modern. Dengan menggandeng peneliti di BISBY, PTPN X berangsur akan mengubah pola lama tersebut.

Penelitian yang mengambil objek gudang pengolah di Kebun Ajong Gayasan tersebut bertajuk Pemantauan Proses Fermentasi Tembakau Menggunakan Platform Internet Of Things (IoT). Menurut Anneke Ristianti-salah satu tim peneliti BISBY, setelah melakukan kunjungan ke gudang pengolah PTN X dan riset beberapa kali, akhirnya pengembangan sistem pantauan dengan IoT berhasil dilakukan dengan membangun softwaredan hardware.

Keuntungan menggunakan pantauan dengan platform IoT, jelas alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember ini, adalah efisiensi, akurasi, kecepatan informasi, dan biaya investasti per titik pengamatan tidak mahal.

Ditemui di tempat yang sama, Sabar Dwi Komarudin, peserta diseminasi dari Puslit Gula Jengkol mengungkapkan bahwa revolusi industri 4.0 menjadi peluang sekaligus tantangan.

“Dikatakan peluang, karena arus informasi semakin cepat dan mudah, sehingga bisa mendukung kegiatan produksi. Sedangkan yang dimaksud dengan tantangan adalah bagaimana produksi kita bisa mengikuti perkembangan digitalisasi dan otomatisasi dengan hardware dan softwareyang ada, sehingga HPP bisa turun,” Kasie perlindungan Tanaman Puslit Gula Jengkol ini menerangkan.

Untuk mencapai hal tersebut, lanjut alumnus Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada ini, salah satu dukungannya adalah dari lembaga penelitian yang harus menyiapkan inovasi-inovasi penelitian yang mengarah pada revolusi industri 4.0. Penelitian tentang Pemantauan Proses Fermentasi Tembakau Menggunakan Platform IoT ini menjadi salah satu jawaban cerdasnya. (OPI_Penelitian Tembakau Jember, CIN_Sekper)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/sentuhan-revolusi-industri-4.0-di-gudang-tembakau-ptpn-x

Pemerintah tengah menggalakkan Progrom Revolusi Industri 4.0. Sebagai bentuk keseriusan menjalankan program tersebut, Kamis, 22 November 2018 Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya (BISBY) menggelar Diseminasi Hasil Litbang 2018. Diseminasi ini mengusung tema hasil riset dan inovasi dalam menyongsong era industri 4.0. di Gedung Auditorium BISBY di Surabaya.

“Ada 52 instansi yang kami undang, yang berasal dari berbagai latar belakang, seperti perguruan tinggi, pemerintah, nelayan, BUMN, dan pihak laboratorium,” terang Fatimah Az Zahra, Kepala Sie Pengembangan Jasa Teknik BISBY.

Diseminasi ini merupakan agenda tahunan yang dilakukan oleh BISBY untuk menyebarluaskan hasil penelitian dan pengembangan yang kami lakukan untuk publik dan industri.

“Ada yang sudah siap diaplikasikan, ada pula yang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut,” papar Siti Rahmah Siregar Kepala BISBY dalam sambutannya.

Dari kelima judul penelitian yang akan didiseminasikan nanti, sambung Siti, ada penelitian yang bisa diterapkan, yakni penelitian yang merupakan hasil kerjasama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X. Judul penelitian tersebut adalah Pemantauan Proses Fermentasi Tembakau Menggunakan Platform Internet Of Things.

“Kami berharap hasil penelitian terapan (applied research) ini dapat menciptakan efisiensi dan optimalisasi untuk maksimalisasi hasil di PTPN X khususnya dan secara umum dapat meningkatkan daya saing industri di era Revolusi Industri 4.0,” pungkas Siti. (OPI_Penelitian Tembakau Jember, CIN_Sekper)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/ptpn-x-dan-baristand-surabaya-sinergi-majukan-industri- 4.0

Kegiatan halal bi halal ini merupakan momen yang luar biasa. Mengapa? Karena dalam suatu majelis ini, kita dapat berkumpul dan berinteraksi langsung, serta memohon maaf langsung kepada bapak ibu sekalian. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada GM Kebun Ajung Gayasan atas perhatiannya mengundang para manajemen yang telah memasuki masa purna tugas. Demikian ungkapan bahagia dari Ir. H. Sugianto- pejabat puncak PTPN X dengan jabatan terakhir GM Kebun Ajong Gayasan, pada acara Halal Bi Halal Keluarga Besar Kebun Ajong Gayasan, Selasa, 19 Juni 2018.

“Acara ini efektif sekali untuk memohon maaf langsung kepada bapak ibu semua. Bayangkan jika saya harus mendatangi rumah bapak-ibu satu per satu untuk meminta maaf, mungkin waktu sebulan tidak akan cukup,” kelakarnya sambil tersenyum.

Meskipun saya sudah purna, sambung Sugianto, namun di balik layar saya terus men-support tembakau PTPN X. Saya mengapresiasi penuh kepada Manajemen Kebun Ajong Gayasan beserta segenap karyawannya atas kemampuannya untuk terus bertahan dan berjuang dalam mengusahakan tembakau berkualitas tinggi. Fluktuasi di perkebunan itu biasa. Namun tetap harus diingat dan diupayakan agar lini bisnis tembakau terus didorong agar bisa naik lagi.

“Manajemen tembakau PTPN X memiliki keunggulan, yakni mereka tidak hanya andal dalam memroduksi tembakau cerutu kualitas ekspor, namun juga menguasai aspek pemasaran. Market share-nya jelas,” ulas mantan Kepala Divisi Tembakau PTPN X.

Potensi tembakau PTPN X luar biasa, sehingga ia berharap agar bisnis tembakau tersebut dapat dipertahankan dengan cara meningkatkan semangat dan etos kerja karyawan kebun tembakau. (OPI_Penelitian Tembakau Jember)

Semarak perayaan Idul Fitri 1439 H sangat terasa pada penyelenggaraan Halal Bi Halal Keluarga Besar Kebun Ajong Gayasan (Selasa, 19 Juni 2018). Acara yang digelar oleh manajemen unit unit usaha yang berlokasi di Jember ini mengundang perwakilan petani tembakau, para alim ulama, Kepala Penelitian Tembakau Jember-Klaten beserta jajarannya, para karyawan kebun yang sudah purna tugas serta tentunya keluarga besar Kebun Ajong Gayasan. Membuka acara di Lobi Gudang Pengolah, General Manger Kebun Ajong Gayasan H. Untung Mulyono, SE  mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT senantiasa menerima amal ibadah kita semua. Terima kasih yang tak terhingga juga diucapkan beliau kepada segenap hadirin atas kesediaannya telah menyempatkan waktu untuk hadir dalam acara yang penuh berkah tersebut.

“Selama Ramadhan, kita telah dilatih untuk sabar dan tangguh dalam menjalankan ibadah puasa. Saya harap bapak-bapak juga bisa sabar dan kuat kala harus menjalani musim tanam tembakau bersamaan dengan bulan Ramadhan dan Idul Fitri,” motivasi Untung.

Saya yakin, lanjut Untung, kondisi yang kurang bersahabat akan segera berakhir. Akan tiba saatnya, musim tanam tembakau tidak bersamaan dengan Bulan Ramadhan, mengingat setiap tahun, tanggal dan bulan perayaan Idul Fitri terus bergeser.

Setelah saling memaafkan, lembaran hidup kita kembali putih dan suci. Seyogyanya kita isi lembaran hidup kita dengan catatan yang sarat kebaikan dan manfaat hingga saatnya kita dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa.

“Mari kita sama-sama berdoa agar tembakau PTPN X dapat lebih maju lagi di masa kini dan masa mendatang, yang pada akhirnya akan mengantarkan kita kepada kesejahteraan bersama. Semoga Allah SWT meridhoi segala ikhtiar baik kita,” pungkasnya. (OPI_Penelitian Tembakau Jember, CIN_Sekper)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/majukan-tembakau-berbekal-ridho-illahi

 

Penelitian Tembakau Jember memperkenalkan inovasi terbarunya yakni Thermohygrometer Digital. Alat ini diperkenalkan saat  ekspose hasil penelitian tembakau Jember dan Klaten pada Kamis 26 April 2018 di Kantor Pusat PTPN X Surabaya.

Kepala Pusat Penelitian Tembakau Jember, Erna Anastasia DEI  mengutarakan bahwa Thermohygrometer Digital ini diciptakan khusus untuk digunakan dalam proses budidaya tembakau. Yang menarik pada alat ini, pihaknya telah menggunakan teknologi terbaru yaitu melengkapi alat tersebut dengan berbasis bluetooth. Alat ini nantinya digunakan sebagai alat pengukuran suhu dan kelembaban di gudang pengering (los).

“Alat ini digunakan untuk memantau suhu dengan menggunakan smartphone dengan aplikasi Bluecore Tech. Aplikasi Bluecore Tech sendiri dapat di-install melalui playstore. Kelebihan dari alat ini  adalah jangkauan sinyalnya mampu mencapai radius 13 meter baik vertikal maupun horizontal,” jelas Erna.

Dengan upaya yang dilakukan tersebut diharapkan bisa menekan losses dan produktivitas dapat tercapai. Disamping itu juga dapat membuka potensi yang dimiliki sekaligus mengembangkan produk turunan dari tembakau. (red2, FIR_SEKPER)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/puslit-tembakau-luncurkan-inovasi-terbaru

Tembakau selama ini hanya dikenal sebagai bahan baku untuk rokok dan cerutu. Padahal selain daunnya, bagian lain tanaman ini seperti biji, tulang daun, tangkai hingga batangnya bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal.

”Tembakau tidak bisa hanya digunakan untuk rokok yang regulasinya semakin ketat. Harus dipikirkan produk hilir yang bisa memiliki nilai tambah bagi tanaman tembakau,” kata Direktur Komersial PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X saat membuka Call For Paper dan Seminar Nasional Studi Kelayakan Produk Berbasis Limbah Tembakau yang diadakan di Kantor Pusat PTPN X di Surabaya, Kamis (26/4/2018).

Slamet mengatakan, dari karya ilmiah yang masuk dalam CFP kali ini diharapkan bisa untuk kemudian diaplikasikan. ”Kalau dari sisi marketing, buatlah apa yang bisa Anda jual, tapi jangan jual apa yang bisa Anda buat,” ujarnya.

Seperti diketahui,  PTPN X memiliki tiga kebun tembakau yang pada tahun 2018 akan menanam tembakau di areal seluas 665 hektar. Secara total, dari tiga kebun tersebut dihasilkan limbah sebanyak 45.557 ton. Dari keseluruhan limbah tersebut, baru sekitar 1 persen atau 455 ton saja yang sedang dipergunakan untuk uji coba minyak atsiri dan briket tembakau.

Padahal, seperti dituturkan Peneliti Utama Badan Penelitian dan pengembangan Kementerian pertanian, Subiyakto. S, tembakau merupakan tanaman yang kaya manfaat. ”Sebagian kecil manfaatnya diantaranya adalah untuk kompos, biopestisida, biooil, biochar, biogas dan biodiesel,” kata Subiyakto. (Red1, CIN_Sekper)

Sumber: http://ptpn10.co.id/blog/kembangkan-produk-hilir-tembakau