Feeds:
Pos
Komentar

Penjurian Call For Papers tahap I telah usai. Sesuai janji panitia, sertifikat untuk peserta sudah mulai dibagikan. Menurut Erna Anastasia Dewi El Irsyadi, Ketua Pelaksana Call For Papers PTPN X, di tahun 2018 ini, sertifikat dibagi ke dalam tiga tahap. Pertama, untuk partisipan secara umum. Sertifikat ini dibagikan kepada peserta yang tidak lolos best abstract. Kedua, untuk partisipan best abstract. Sertifikat ini dibagikan kepada peserta yang tidak lolos menjadi nominator. Tentu para best abstract contributor ini telah mengirimkan full papernya kepada panitia hingga 13 April 2018 nanti. Dan yang ketiga, untuk nominator dan pemenang hiburan. Para nominator akan diberikan sertifikat langsung saat awarding. Sedangkan untuk pemenang hiburan, bisa diberikan langsung ataupun via email.

“Kami tunggu full paper terbaik dari para best abstract contributor. Semoga full paper bapak/ibu/saudara sekalian dapat kembali memikat hati dewan juri,” pungkas Erna. (OPI_Penelitian Tembakau Jember).

Iklan

150 naskah dari Aceh hingga Maluku telah masuk di email panitia hingga 29 Maret 2018. Panitia memberikan perpanjangan waktu selama enam hari dari jadwal deadline semula, yakni 23 Maret 2018. kemudian penjurian abstrak dilakukan pada 3 April 2018 di Aula Penelitian Tembakau Jember.

Informasi naskah yang lolos best abstract dapat dilihat di sini:

https://drive.google.com/file/d/1zj2pj1t3kflg7nmgvb9zejnvvmwa5i-e/view

Selamat kepada para peraih best abstract! Partisipan yang lolos best abstract langsung dihubungi oleh panitia per 3 April 2018. Adapun batas akhir pengumpulan full paper bagi best abstract adalah 13 April 2018 pukul 23.59 WIB.

Panitia CFP PTPN X mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh partisipan yang telah berkontribusi menyumbangkan ide dan pemikiran konstruktif untuk kemajuan industri tembakau tanah air.

Sambutan Ketua Dewan Juri Call For Papers 2018 (Prof. Dr. Ir. Rudi Wibowo, MS)

PTPN X sebagai salah satu anak perusahaan holding BUMN Perkebunan, pada tahun ini menyelenggarakan Call For Papers mengenai salah satu komoditas PTPN X, yakni tembakau yang diolah menjadi bahan baku industri cerutu.

Pada tahun 2017, kita sudah menyelenggarakan Call For Papers edisi perdana dengan tajuk Memajukan Industri Berbasis Tembakau di Indonesia. Pada saat ini kita ingin satu langkah maju ke depan, yaitu mengundang para ilmuwan, para mahasiswa, dan segenap pemerhati tembakau, termasuk juga para pebisnis tembakau atau semua inovator yang berasal dari masyarakat umum dalam satu event yang disebut Call For Papers yang kedua.

Acara final CFP putaran kedua ini akan dihelat pada akhir April 2018 dan diharapkan pada 23 Maret 2018, seluruh abstrak peserta sudah masuk. Tema yang diangkat adalah tema-tema yang memfokuskan bagaimana upaya kita bersama untuk mengembangkan industri berbasis tembakau, namun dalam karakter tulisan yang berupa studi kelayakan di ranah limbah pertembakauan.

Mengapa kita memilih tema limbah pertembakauan? Karena kita tahu bahwa ke depan itu, industri yang dikembangkan akan berkonsep blue industry, dimana tidak ada limbah (zero waste). Melalui CFP, kita ingin mendorong unit usaha tembakau menjadi blue industry di lini bisnis PTPN X.

Kepada para calon nominator CFP 2018, sampai jumpa di Surabaya pada April 2018!

 

Juri Call for Papers (CFP) PTPN X tahun 2018 Wakhyu Priyadi Siswosumarto mengatakan bahwa tahun ini CFP memilih Grand Tema Studi Kelayakan Produk Berbasis Limbah Tembakau dengan membidik 10 tema. Dari kesepuluh tema tersebut, saya berharap peserta bisa melakukan kajian yang cukup mendetail. Detail dari sisi teknologi, keuangan, SDM, kemudian meliputi juga aspek legal, dan juga tidak lupa aspek lingkungan.

Dari sisi teknologi, ujar ayah berputra dua ini, saya berharap bahwa bahan baku yang diolah menjadi produk itu benar-benar memanfaatkan limbah tembakau, mulai dari bunga, kuncup, daun pucuk, batang, bahkan akar tembakau. Jadi benar-benar berusaha untuk memanfaatkan produk yang selama ini menjadi limbah, tidak pernah terpakai. Lanjut Baca »

Kembali PTPN X melaksanakan ajang lomba ilmiah bergengsi Call For Papers (CFP) bagi para peneliti, dosen, mahasiswa, dan  masyarakat umum. CFP kali ini mengusung Grand Tema Studi Kelayakan Produk Berbasis Limbah Tembakau. Tema ini ditetapkan karena beberapa alasan. Pertama, tembakau merupakan produksi kebanggan PTPN X. Kedua, tembakau sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, namun sayangnya hanya sebatas rokok dan cerutu, belum menyentuh pada aspek-aspek lainnya. Demikian preface Dari Slamet Djumantoro, Direktur Komersil PTPN X.

 

Lanjut Baca »

Jelang batas akhir penerimaan abstrak, tidak hanya peserta yang sibuk mempersiapkan abstrak yang akan dikirim ke panitia. Panitia pun tengah berjibaku menyiapkan berbagai macam properti untuk para pemenang CFP. Ya, di tahun ini pantia menyediakan uang tunai sebesar 33 juta rupiah untuk sembilan pemenang.

Para pemenang ini terdiri dari juara 1  hingga juara 3, harapan 1 hingga harapan 3 serta 3 pemenang hiburan. Panita tengah menyiapkan vandel, medali, dan juga sertifikat bagi seluruh peserta yang lolos persyaratan administrasi (tidak didiskualifikasi).

Lanjut Baca »

Sekitar dua bulan informasi CFP telah disebarluaskan kepada publik. Untuk mempermudah peserta dan dewan juri, panitia hanya meminta pengumpulan abstrak saja untuk penjurian tahap kesatu. Abstrak dikirim selambat-lambatnya pada 23 Maret 2018 pukul 23.59 WIB. Demikian Angga Suprayogi, contact person CFP menjelaskan.

Bungsu dari dua bersaudara ini menjelaskan, bahwa abstrak maksimum terdiri dari 300 kata, yang terdiri dari latar belakang, tujuan, metode, hasil penelitian, dan kesimpulan. Adapun kata kunci yang bisa ditulis maksimal 5 kata kunci. Abstrak juga ditulis dalam Bahasa Inggris. Lanjut Baca »